Perubahan ke arah digitalisasi mendorong masyarakat untuk beralih ke sistem pembayaran non-tunai, salah satunya melalui pemanfaatan QRIS yang disediakan oleh lembaga perbankan syariah. Kendati demikian, tantangan dalam mengoptimalkan layanan ini masih terganjal oleh rendahnya pemahaman finansial serta faktor kepraktisan platform. Riset ini dilakukan untuk menganalisis sejauh mana literasi keuangan dan persepsi kemudahan penggunaan memengaruhi preferensi masyarakat Kota Pekanbaru dalam menggunakan QRIS Bank Syariah. Menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei, studi ini mengumpulkan data dari 96 responden yang dipilih lewat purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian diuji menggunakan model regresi linear berganda. Berdasarkan uji parsial, literasi keuangan terbukti memiliki dampak signifikan terhadap keputusan penggunaan (t = 7,798; Sig = 0,000), begitu pula dengan faktor kemudahan penggunaan (t = 3,372; Sig = 0,001). Melalui pengujian simultan, kedua variabel independen tersebut secara bersama-sama terbukti memengaruhi keputusan adopsi QRIS Bank Syariah secara signifikan (F = 46,607; Sig = 0,000$). Hasil ini menegaskan bahwa tingkat pemahaman keuangan serta kepraktisan teknologi menjadi penentu utama dalam penerimaan layanan finansial digital berbasis syariah. Oleh karena itu, regulator dan pelaku perbankan disarankan untuk mengintensifkan program edukasi serta memperluas jangkauan fasilitas QRIS syariah.