Studi ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana harga pokok penjualan (HPP) dan penjualan berdampak pada laba kotor pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2019 hingga 2023. Laba kotor adalah metrik penting yang menunjukkan seberapa sukses sebuah perusahaan dalam mengelola biaya produksi dan memperoleh keuntungan. Diharapkan bahwa laba kotor akan meningkat jika penjualan meningkat, sementara kenaikan HPP dapat menurunkannya. Laporan keuangan tahunan perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama lima tahun berturut-turut digunakan sebagai data sekunder dalam penelitian ini. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk memeriksa pengaruh penjualan dan HPP terhadap laba kotor secara simultan dan parsial. Studi menunjukkan bahwa laba kotor dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh penjualan, sehingga laba kotor akan meningkat jika ada lebih banyak penjualan. Sebaliknya, HPP berdampak negatif terhadap laba kotor, karena biaya produksi yang lebih tinggi dapat menurunkan laba kotor. Temuan ini memungkinkan perusahaan farmasi untuk fokus pada peningkatan penjualan dan efisiensi biaya produksi untuk memaksimalkan laba kotor di masa depan. Penelitian ini juga membantu manajer membuat keputusan strategis.