Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, memiliki organisasi kemahasiswaan yang mengatur semua kegiatan kemahasiswaan dan memberikan pembinaan langsung kepada Mahasiswa. Hal tersebut harus dilakukan supaya tidak menjadi mahasiswa yang minim pengetahuan, minim pengalaman, dan minim keahlian. Organisasi kemahasiswaan juga berfungsi sebagai wadah dari minat dan bakat untuk Mahasiswa aktif di Kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran motivasi, pelatihan, dan budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Jakarta. Pendekatan kualitatif, memanfaatkan wawancara dan observasi dengan anggota BEM untuk mendapatkan wawasan tentang motivasi mereka, pengalaman pelatihan, dan budaya organisasi yang berlaku. Temuan menunjukkan bahwa kerangka motivasi yang kuat, program pelatihan yang relevan, dan budaya organisasi yang positif berkontribusi signifikan terhadap produktivitas dan keterlibatan anggota BEM. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 4 orang subjek yang sebelumnya aktif di BEM FE, dengan melakukan wawancara mendalam dan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut berperan krusial dalam optimalisasi pengorganisasian BEM untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif.