Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penjualan dan harga pokok penjualan terhadap laba kotor perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2021-2023. Sampel penelitian ini diambil dari data yang terdaftar di bursa efek Indonesia sebanyak 3 perusahaan yaitu PT. Kalbe Farma Tbk, PT. Kimia Farma Tbk, dan PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 26. Data penelitian yang digunakan bersumber dari laporan keuangan triwulan dan tahunan, berupa laporan kinerja keuangan yang diunduh pada laman website bursa efek Indonesia masing-masing.
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian Uji Determinasi bahwa variabel Penjualan dan HPP mampu menjelaskan sebesar 100% terhadap variabel Laba Kotor. Hasil Uji t (Parsial) bahwa variabel Penjualan (X1) mendapat nilai signifikan sebesar 3559541.746 sehingga memiliki pengaruh Penjualan yang positif signifikan terhadap Laba Kotor di perusahaan Subsektor Farmasi. Sedangkan variabel Harga Pokok Penjualan (X2) mendapat nilai signifikan sebesar 2107494.178 sehingga memiliki pengaruh Harga Pokok Penjualan yang negatif signifikan terhadap Laba Kotor di perusahaan Subsektor Farmasi. Uji F (Simultan) bahwa variabel Penjualan dan Harga Pokok Penjualan mendapat nilai F hitung sebesar 1017120506122689.800 sehingga berpengaruh secara simultan terhadap laba kotor.